Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

Keruntuhan Kerajaan Pajajaran & Perjalanan Raden Aji Mantri ke Sumedanglarang

Pendahuluan Kerajaan Pajajaran merupakan salah satu kerajaan terbesar di Tatar Sunda pada abad ke-16. Pada masa pemerintahannya, Pajajaran dikenal dengan sistem pemerintahan yang kuat, wilayah yang luas, dan tradisi budaya yang kaya. Namun, kerajaan ini menghadapi masa-masa sulit akibat konflik internal dan eksternal. Artikel ini menelusuri kronologi keruntuhan Pajajaran, peran Prabu Haris Maung, dan perjalanan keturunan keraton ke Sumedanglarang, tetap setia pada narasi sejarah tradisional. Latar Belakang Kemunduran Pajajaran Keruntuhan Pajajaran tidak lepas dari faktor politik dan militer, terutama serangan dari kerajaan tetangga seperti Banten dan Cirebon. Meski masih memiliki hubungan kekeluargaan dan pernikahan antar keluarga bangsawan, ambisi politik dan kepentingan wilayah menjadi pemicu konflik. Selain itu, masuknya pengaruh Islam melalui para ulama di wilayah Sunda juga memberikan dinamika baru dalam struktur pemerintahan dan budaya kerajaan. Prabu Haris Maung, raj...

Buk Sakawayana: Naskah Kuno Peninggalan Leluhur Sunda

Pendahuluan Buk Sakawayana, atau disebut juga “Buku Larang”, adalah sebagian dari naskah kuno yang kini tersimpan di kediaman penulis. Naskah ini memuat cerita spiritual dan sejarah Sunda, yang diperkaya dengan suasana islamisasi, terutama di Tatar Sunda (Jawa Barat). Artikel ini menyajikan transkripsi, terjemahan, serta makna historis dan silsilahnya. Naskah dan Bahan Tulis Naskah Buk Sakawayana terdiri dari 12 lembar berukuran 22,5 x 16,5 cm, ditulis di kertas sejenis “daluang” dengan huruf Pegon (Arab-Jawa) dan bahasa Jawa-Sunda. Selain itu, ada naskah lain berbahan pelapah lontar, berukuran 33 x 7 cm, tebal 4 cm, menggunakan huruf Sunda Buhun. Diperkirakan ditulis oleh Dalem Nayapatra Muhara sebelum runtuhnya Kerajaan Pajajaran (1579 M). Riwayat Batara Sakawayana dan Alam Dunia Naskah ini menceritakan lahirnya “Buwana Panca Tengah” (alam dunia) dan tokoh Batara Sakawayana. Di alam roh mula-mula, Allah menciptakan cahaya, matahari (Sarangenge), bulan (Wulan), dan bintang-bintang. En...

G30S/PKI : PKI, Sukarno, Suharto Dan CIA

Pendahuluan Peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965 merupakan salah satu babak paling krusial dalam sejarah Indonesia modern. Peristiwa ini melibatkan aktor internal, seperti Partai Komunis Indonesia (PKI), Presiden Sukarno, dan Tentara Nasional Indonesia, serta pengaruh pihak internasional, termasuk CIA. Dampak peristiwa ini terasa luas: dari politik, militer, hingga kehidupan sosial masyarakat. Artikel ini menyajikan kronologi, latar belakang, analisis, dan referensi sejarah agar pembaca dapat memahami peristiwa ini secara komprehensif, tetap sesuai pandangan penulis. Latar Belakang Politik dan Sosial Pada awal 1960-an, PKI merupakan salah satu partai politik terbesar di Indonesia. Pengaruhnya terlihat kuat dalam lembaga legislatif dan berbagai organisasi massa. Situasi politik juga dipengaruhi oleh ketegangan ideologi antara blok Barat dan Timur selama Perang Dingin, serta konflik internal di tubuh militer dan pemerintahan. Sukarno, sebagai presiden, mencoba menyeimbangkan kek...

The Night Journey (Al-Isra’ wal Mi’raj) — Makna, Sejarah & Hikmah

Pendahuluan Peristiwa Isra Mi’raj merupakan salah satu momen paling agung dalam sejarah Islam. Ia bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan pengalaman spiritual yang memperlihatkan kedudukan Nabi Muhammad SAW di sisi Allah SWT. Dalam satu malam, Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), lalu dinaikkan ke langit hingga Sidratul Muntaha (Mi’raj). Peristiwa ini menjadi fondasi penting bagi pemahaman umat Islam tentang iman, shalat, dan hubungan hamba dengan Tuhannya. Konteks Sejarah dan Kondisi Rasulullah SAW Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah SAW. Tahun itu dikenal sebagai ‘Aamul Huzn (Tahun Kesedihan), ketika Nabi kehilangan dua sosok penopang dakwahnya: Khadijah RA dan Abu Thalib. Penolakan dan tekanan dari kaum Quraisy semakin keras, bahkan perjalanan dakwah ke Thaif berujung pada penolakan dan luka fisik. Dalam kondisi psikologis dan spiritual yang berat inilah Isra’ Mi’raj terjadi, bukan sebagai pelarian, tetapi...

Uwais al‑Qarni — Kisah Tabi’in Terbaik: Kesalehan, Baktinya kepada Ibu, & Inspirasi Spiritual

Pendahuluan Dalam sejarah Islam, terdapat banyak sosok saleh yang namanya harum karena keimanan dan akhlaknya. Namun, tidak semua dikenal karena jabatan, kekuasaan, atau peran besar di medan dakwah. Salah satu di antaranya adalah Uwais Al-Qarni , seorang lelaki sederhana dari Yaman yang justru mendapat kedudukan mulia di sisi Allah SWT karena ketulusan iman dan baktinya kepada sang ibu. Meski hidup jauh dari sorotan manusia, namanya dikenal di langit dan disebut oleh Rasulullah ﷺ sebagai sosok yang istimewa. Kisah Uwais Al-Qarni menjadi pelajaran penting bahwa kemuliaan seseorang tidak selalu diukur dari ketenaran, tetapi dari keikhlasan hati dan ketaatan kepada Allah serta orang tua. Latar Belakang Uwais Al-Qarni Uwais Al-Qarni berasal dari daerah Qarn , wilayah Yaman. Ia hidup dalam kondisi yang sangat sederhana, bahkan miskin. Sejak kecil, Uwais dikenal sebagai pribadi yang tekun beribadah, menjaga kesucian hati, dan menjauhi kemewahan dunia. Salah satu ciri kehidu...

Makhluk Pra Adam AS: Telaah Tafsir Islam, Riwayat Klasik, dan Perspektif Ilmiah

Pendahuluan Sebelum manusia pertama, Adam, diturunkan ke bumi, dunia ini sudah dihuni oleh berbagai makhluk yang dikenal sebagai makhluk pra-Adam . Mereka beragam bentuk dan kemampuan, bergerak dalam ekosistem awal yang masih liar dan belum tersentuh peradaban manusia. Bersamaan dengan itu, literatur klasik Islam juga menyinggung tentang Iblis , makhluk yang awalnya taat namun kemudian menentang perintah Allah. Artikel ini menelusuri asal-usul makhluk pra-Adam, peran Iblis sebelum Adam, serta pelajaran yang bisa diambil dari kisah tersebut. Latar Belakang / Asal-Usul Konsep makhluk pra-Adam tercatat dalam Al-Quran, Hadits, dan kitab klasik seperti Simtudduror dan Kitab Al-Mikraj . Makhluk-makhluk ini menempati bumi sebelum manusia muncul, hidup di alam yang masih murni, penuh pegunungan, lembah, sungai, dan hutan. Ada yang humanoid, ada yang menyerupai binatang besar, bahkan ada makhluk semi-astral yang bergerak kolektif. Sementara itu, Iblis awalnya termasuk makhluk yang taat, ...

Al-Masih Al-Dajjal dan Ya’juj Ma’juj: Sejarah dan Pandangan Islam

Pendahuluan Dalam tradisi Islam, sosok Al-Masih Al-Dajjal dikenal sebagai penggoda besar menjelang akhir zaman , sedangkan Ya’juj dan Ma’juj merupakan makhluk yang muncul bersamaan dengan fitnah Dajjal dalam perspektif eskatologi. Kisah ini terdapat dalam hadits shahih, tafsir Al-Quran, dan literatur klasik Islam. Memahami Dajjal dan Ya’juj Ma’juj membantu pembaca melihat uji iman, moralitas, dan kepemimpinan spiritual di masa akhir zaman. Artikel ini menyajikan sejarah, karakteristik, dan makna figur tersebut menurut literatur klasik dan modern, sekaligus menyajikan pandangan edukatif bagi pembaca. Latar Belakang Kemunculan Dajjal Menurut literatur klasik seperti Simtudduror (Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi) dan At-Taajul Jaami’lil Ushuul fi Ahaadiitsir Rasuul (Syeikh Manshur Ali Nashif): Dajjal muncul sebagai penggoda besar yang menyesatkan manusia Tanda kemunculannya adalah fitnah, kekacauan, dan ujian iman Memiliki ciri fisik unik , termasuk satu mata menonjol dan ke...