Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label islamic eschatology

Al-Qur’an, Sistem Ekonomi Global, dan Kriminalitas di Akhir Zaman

Pendahuluan  Dalam beberapa dekade terakhir, dunia menyaksikan meningkatnya ketimpangan ekonomi, krisis finansial berulang, serta eskalasi kriminalitas di berbagai belahan dunia. Fenomena ini sering dipahami secara terpisah: ekonomi dibahas oleh para ekonom, kriminalitas oleh aparat hukum, dan moralitas oleh agama. Namun, Al-Qur’an memandang ketiganya sebagai satu rangkaian sebab-akibat yang saling terkait. Islam menempatkan keadilan ekonomi sebagai fondasi stabilitas sosial. Ketika sistem ekonomi menyimpang dari prinsip keadilan—melalui penindasan, manipulasi moneter, dan praktik riba—dampaknya tidak berhenti pada kemiskinan semata, tetapi merembet pada kerusakan sosial, kekerasan, dan kriminalitas. Dalam perspektif eskatologi Islam, kondisi ini bahkan dipahami sebagai bagian dari tanda-tanda krisis besar menjelang akhir zaman. Artikel ini mengulas hubungan antara sistem ekonomi global, meningkatnya kriminalitas, serta pandangan Al-Qur’an dan eskatologi Islam dalam membaca fenomen...

Siapakah Bangsa RUM yang Disabdakan Rasulullah SAW Di Akhir Zaman?

Pendahuluan Pembahasan tentang Bangsa Rum dalam hadits-hadits Rasulullah SAW sering kali menimbulkan kebingungan di kalangan umat Islam. Istilah “Rum” kerap dipahami secara simplistis sebagai bangsa Eropa atau peradaban Barat secara umum, tanpa telaah historis dan eskatologis yang memadai. Padahal, dalam tradisi Islam, penyebutan suatu bangsa dalam nubuat akhir zaman tidak pernah bersifat kebetulan, melainkan sarat dengan konteks sejarah, peradaban, dan arah perjalanan umat manusia menjelang Hari Akhir. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa umat Islam kelak akan mengalami fase aliansi sekaligus konflik besar dengan Bangsa Rum—sebuah paradoks yang menuntut pemahaman mendalam, bukan sekadar pembacaan literal. Siapakah sebenarnya Bangsa Rum yang dimaksud Nabi SAW? Apakah mereka identik dengan peradaban Barat modern, Kekaisaran Romawi kuno, atau entitas lain yang masih eksis hingga hari ini? Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika dinamika geopolitik global menunjukkan pola aliansi, pepe...

Dajjal dan Simbolisme: Pandangan Islam Kontemporer

Pendahuluan Figur Dajjal dalam tradisi Islam bukan sekadar sosok eskatologis yang akan muncul di akhir zaman, melainkan ujian terbesar terhadap cara manusia memahami kebenaran. Nabi Muhammad ﷺ berulang kali memperingatkan umatnya tentang Dajjal, bahkan menegaskan bahwa tidak ada fitnah yang lebih besar sejak penciptaan Nabi Adam hingga Hari Kiamat selain fitnah Dajjal. Namun, peringatan ini sering disalahpahami secara literal, seolah Dajjal hanya persoalan ciri fisik dan penampakan lahiriah semata. Dalam hadis-hadis sahih, Dajjal digambarkan memiliki karakteristik yang sangat spesifik—bermata satu, bertuliskan kata “kafir” di dahinya, dan mampu menipu sebagian besar manusia. Akan tetapi, Nabi ﷺ juga menegaskan bahwa tulisan tersebut dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik yang melek huruf maupun yang buta huruf. Pernyataan ini membuka satu pertanyaan mendasar: apakah penglihatan yang dimaksud adalah penglihatan mata fisik, atau penglihatan batin yang bersumber dari iman? Artikel ini...

Biografi Mawlana Syeikh Imran N. Hosein: Ulama Kontemporer & Cendekiawan Islam

Pendahuluan Mawlana Syeikh Imran Nazar Hosein adalah salah satu cendekiawan Muslim kontemporer yang dikenal luas karena kajiannya tentang eskatologi Islam , geopolitik, dan fenomena dunia modern dari perspektif Al‑Qur’an dan Hadis. Beliau tidak hanya menekankan kajian teoritis, tetapi juga mencoba menjelaskan relevansi tanda-tanda akhir zaman di era modern. Artikel ini menyajikan profil Syeikh Imran secara organik, tetap setia pada sumber resmi, agar pembaca mendapatkan informasi edukatif dan netral. Kajian Syeikh Imran sering menjadi rujukan bagi umat Islam yang ingin memahami hubungan antara teori akhir zaman , konflik global, dan dinamika politik kontemporer. Fenomena yang beliau ulas, seperti Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj , memiliki konteks modern yang relevan bagi pemahaman umat terhadap perubahan dunia. Latar Belakang dan Pendidikan Syeikh Imran Nazar Hosein lahir tahun 1942 di Trinidad dan Tobago dari keluarga keturunan India. Sejak muda, beliau menunjukkan ketertarikan...

Membaca Ya’juj dan Ma’juj dalam Konteks Dunia Modern

Pendahuluan Ya’juj dan Ma’juj merupakan salah satu tanda besar menjelang kiamat dalam perspektif Islam. Fenomena ini tidak hanya disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an (QS Al-Kahfi: 94-98), tetapi juga dijelaskan dalam berbagai hadits shahih Nabi Muhammad SAW. Sejak masa ulama klasik hingga pemikir kontemporer, Ya’juj dan Ma’juj menjadi tema penting dalam kajian eskatologi Islam. Salah satu karya modern yang secara khusus membahas fenomena ini adalah buku Ya’juj dan Ma’juj pada Zaman Modern karya Syeikh Imran N. Hosein. Artikel ini merupakan saduran dan penjelasan ulang dari pandangan beliau, ditulis dengan bahasa yang lebih sistematis dan mudah dipahami, tanpa mengubah kerangka pemikiran aslinya. Syeikh Imran menegaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj bukan mitos atau sekadar kisah masa lalu, melainkan fenomena nyata, historis, dan relevan dengan dinamika geopolitik serta sistem global di era modern. Latar Belakang dan Asal-Usul Ya’juj dan Ma’juj Al-Qur’an menjelaskan bahwa Ya’...

Dajjal: Jasad Manusia Tanpa Jiwa dan Manifestasinya di Akhir Zaman

Apakah Dajjal benar-benar sosok fisik atau fenomena sistemik yang menguji umat manusia? Artikel ini membahas perspektif Islam modern untuk menjawabnya, menelaah vission Nabi Sulaiman, fase kemunculan, manifestasi fisik, dan dampaknya terhadap dunia kontemporer. Pendahuluan Fenomena kemunculan Dajjal dalam perspektif Islam selalu menjadi topik menarik sekaligus penuh perhatian. Dajjal digambarkan sebagai figur eskatologis yang muncul menjelang akhir zaman, menimbulkan fitnah dan ujian bagi umat manusia. Dalam buku Dajjal, The Qur’an, and Awwal Al-Zaman karya Syeikh Imran N. Hosein, Dajjal tidak hanya dipahami sebagai simbol spiritual atau moral, tetapi juga sebagai bagian dari peristiwa besar yang terkait dengan sejarah dunia dan tanda-tanda akhir zaman. Pemahaman yang benar mengenai Dajjal harus selalu dikaitkan dengan konteks Al-Qur’an, Hadis, dan ilmu eskatologi Islam yang mendalam, agar umat tidak tersesat oleh interpretasi keliru atau mitos yang berkembang di masyarakat.^1 La...