Pendahuluan
Krisis Sistem Ekonomi dan Paradoks Modernitas
Sistem ekonomi modern sering dipromosikan sebagai puncak kemajuan peradaban manusia. Bank, pasar modal, dan lembaga keuangan global digambarkan sebagai instrumen stabilitas dan kesejahteraan. Namun realitas sosial justru menunjukkan paradoks: semakin maju sistem ekonomi, semakin tinggi ketimpangan, krisis, dan kriminalitas.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah akar kriminalitas hanya persoalan moral individu, ataukah bersumber dari sistem ekonomi itu sendiri? Al-Qur’an sejak awal telah memberikan peringatan keras tentang riba, penumpukan harta, dan ketidakadilan struktural—isu yang hari ini menjadi inti masalah global.
Sistem Ekonomi Modern dan Ilusi Kesejahteraan
Ekonomi global hari ini bertumpu pada sistem uang fiat, perbankan berbasis bunga, dan hutang yang terus bergulir. Kekayaan terkonsentrasi pada segelintir elite, sementara mayoritas masyarakat hidup dalam tekanan ekonomi permanen.
Al-Qur’an telah mengingatkan:
“Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.”
(QS. Al-Hasyr: 7)
Namun sistem ekonomi modern justru melakukan sebaliknya: menciptakan sirkulasi kekayaan yang tertutup, eksklusif, dan oligarkis.
Riba sebagai Fondasi Sistem Keuangan Global
Larangan riba dalam Al-Qur’an bukan semata persoalan ibadah, tetapi peringatan sistemik. Riba menciptakan ketimpangan permanen karena keuntungan dijamin bagi pemilik modal, sementara risiko ditimpakan pada masyarakat.
“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(QS. Al-Baqarah: 275)
Ketika riba menjadi fondasi ekonomi:
- Hutang menjadi alat penjajahan
- Negara kehilangan kedaulatan
- Masyarakat dipaksa bertahan dalam tekanan struktural
Sistem Moneter Modern dan Konsentrasi Kekuasaan Finansial
Salah satu ciri utama sistem ekonomi modern adalah penciptaan uang dari ketiadaan melalui perbankan dan bank sentral. Kekuasaan ini tidak berada di tangan rakyat, melainkan elite finansial global.
Pernyataan berikut sering dikutip bukan sebagai kritik moral, melainkan sebagai pengakuan langsung dari tokoh sistem perbankan tentang bagaimana kekuasaan uang bekerja:
“Beri aku kendali atas uang suatu bangsa, maka aku tidak peduli siapa yang membuat undang-undangnya.”
— Nathan Mayer Rothschild
Pernyataan ini menegaskan bahwa kekuasaan moneter berada di atas kekuasaan politik.
Hal serupa juga diakui oleh Sir Josiah Stamp, mantan direktur Bank of England:
“Sistem perbankan modern menciptakan uang dari ketiadaan. Proses ini mungkin merupakan tipu daya paling mencengangkan yang pernah ditemukan manusia.”
Dalam perspektif eskatologi Islam, pengakuan ini bukan kebetulan sejarah, melainkan bagian dari sistem akhir zaman yang dibangun di atas riba, hutang, dan dominasi finansial global.
Ketimpangan Ekonomi dan Ledakan Kriminalitas
Ketika sistem menciptakan ketimpangan ekstrem, kriminalitas bukan lagi penyimpangan, melainkan konsekuensi logis.
Kriminalitas muncul dalam berbagai bentuk:
- Pencurian dan perampokan karena tekanan ekonomi
- Korupsi sebagai jalan pintas elite
- Kejahatan terorganisir yang terhubung dengan kekuasaan
Al-Qur’an menggambarkan kondisi ini:
“Dan apabila Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di dalamnya, tetapi mereka melakukan kedurhakaan…”
(QS. Al-Isra: 16)
Perspektif Al-Qur’an tentang Kerusakan Sosial
Al-Qur’an tidak memisahkan kerusakan moral dari kerusakan sistem:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.”
(QS. Ar-Rum: 41)
Kerusakan ini mencakup:
- Sistem ekonomi
- Sistem politik
- Struktur sosial
Ketika sistem rusak, individu yang lahir di dalamnya ikut terdorong melakukan pelanggaran.
Akhir Zaman, Sistem Global, dan Tanda-Tanda Besar
Dalam kajian eskatologi Islam, sistem riba global sering dikaitkan dengan fitnah akhir zaman. Dominasi finansial, konflik global, dan kehancuran moral berjalan beriringan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan datang suatu masa ketika manusia tidak peduli dari mana harta diperoleh, halal atau haram.”
Kondisi ini selaras dengan realitas hari ini:
- Riba dilegalkan
- Eksploitasi dinormalisasi
- Kriminalitas dibingkai sebagai statistik
Jalan Keluar Menurut Al-Qur’an
Islam tidak hanya mengkritik, tetapi menawarkan solusi:
- Penghapusan riba
- Distribusi zakat dan wakaf
- Ekonomi berbasis keadilan dan amanah
“Dan Allah hendak menghapuskan riba dan menyuburkan sedekah.”
(QS. Al-Baqarah: 276)
Solusi Qur’ani bukan utopia, melainkan alternatif sistemik terhadap kegagalan ekonomi global.
Penutup
Kriminalitas modern bukanlah sekadar kegagalan individu, melainkan refleksi dari sistem ekonomi yang cacat. Al-Qur’an telah lama memperingatkan bahaya riba, konsentrasi kekuasaan, dan ketimpangan struktural.
Memahami ekonomi dari perspektif wahyu bukan hanya urusan iman, tetapi kunci membaca arah peradaban dan tanda-tanda akhir zaman.
📚 Rujukan & Referensi
Artikel ini disusun berdasarkan kajian literatur, pemikiran eskatologi Islam, serta refleksi sosial-ekonomi kontemporer. Beberapa rujukan utama yang menjadi dasar penulisan antara lain:
- Al-Qur’an al-Karim
- Tafsir dan hadis terkait riba, keadilan ekonomi, dan akhir zaman
- Imran N. Hosein, The Prohibition of Riba in the Qur’an
- Imran N. Hosein, The Gold Dinar and Silver Dirham: Islam and the Future of Money
- Eamonn Butler – Pengantar Ekonomi
- Niall Ferguson – The Ascent of Money (Sejarah kekuasaan finansial)
- Ha-Joon Chang – Ekonomi: Panduan untuk Non-Ekonom
Kutipan tokoh dan pernyataan historis dalam artikel ini digunakan sebagai ilustrasi pemikiran dan konteks sejarah, bukan sebagai legitimasi mutlak atas suatu pandangan.
Pandangan eskatologis dalam artikel ini merujuk pada analisis Syeikh Imran Nazar Hosein mengenai riba, sistem moneter global, dan tanda-tanda akhir zaman.
📚 Rekomendasi Bacaan untuk Pendalaman
Bagi pembaca yang ingin memahami isu ekonomi global, riba, dan akhir zaman lebih mendalam, berikut beberapa rujukan penting (tersedia versi Indonesia):
- Dinar dan Dirham — Syeikh Imran Hossein
- Tanda-Tanda Hari Akhir di Zaman Modern — Syeikh Imran Hossein
- Dajjal, Al-Qur’an dan Awal Zaman — Syeikh Imran Hossein
- Al-Qur’an, Perang Besar dan Dunia Barat — Syeikh Imran Hossein
- Sebuah Pandangan Islam Mengenai Yakjuj & Makjuj di Dunia Modern — Syeikh Imran Hossein
- Globalisasi dan Ketidakadilan — Joseph E. Stiglitz
- Ekonomi Politik Internasional — Robert Gilpin
- Kapitalisme dan Krisis Dunia — Samir Amin
- Ekonomi: Panduan untuk Non-Ekonom — Ha-Joon Chang
Disclaimer
Artikel ini bersifat edukatif dan analitis, menggabungkan kajian Al-Qur’an, ekonomi global, sejarah, dan pandangan eskatologis tokoh tertentu.
Seluruh pandangan merupakan wacana dan interpretasi, bukan klaim kepastian atas peristiwa masa depan.
Ditulis oleh:
Pembelajar Islamic Eschatology dan Tasawuf

Komentar
Posting Komentar