Langsung ke konten utama

Freemasonry Muncul Kembali di Suriah

Ilustrasi 3D Freemasonry muncul kembali di Suriah: seorang tokoh berdiri di podium dengan kelompok, simbol Freemasonry tersembunyi, merepresentasikan kebangkitan organisasi persaudaraan yang kontroversial.




Pendahuluan

Freemasonry kembali muncul di Suriah setelah lebih dari lima dekade dilarang, menandai perubahan signifikan dalam lanskap sosial dan budaya negara itu. Kehadiran kembali organisasi persaudaraan ini tidak hanya menarik perhatian lokal, tetapi juga menjadi sorotan internasional, mengingat sejarah kontroversial dan teori konspirasi yang melekat pada kelompok ini.

Dalam perspektif Islam kontemporer dan geopolitik, kebangkitan Freemasonry di Suriah dapat dilihat sebagai fenomena yang mencerminkan dinamika kekuatan global, manipulasi informasi, dan pengaruh budaya yang tersebar luas. Artikel ini merangkum fakta, sejarah, dan pandangan reflektif mengenai kembalinya Freemasonry, sekaligus menyoroti bagaimana fenomena ini selaras dengan pola kekuasaan dan pengaruh yang dikaitkan dengan visi/misi Ya’juj dan Ma’juj di dunia modern.


Latar Belakang Kembalinya Freemasonry

Freemasonry dilarang di Suriah pada tahun 1965 di bawah rezim Partai Ba'ath, yang menuduh organisasi ini sebagai perkumpulan rahasia yang dapat mengancam stabilitas politik negara. Selama lebih dari lima puluh tahun, organisasi ini absen dari arena publik.

Namun, perubahan politik pada Desember 2024—ketika rezim Bashar al-Assad digulingkan dan faksi Islam mulai mengambil alih pemerintahan—memberi Freemasonry kesempatan untuk kembali. Ketua Dewan Tertinggi Loji Grand Orient Suriah Timur menyatakan bahwa momen ini memungkinkan organisasi untuk “mengumumkan dimulainya era baru yang memungkinkan rakyat Suriah mendapatkan kembali kebebasan sipil dan intelektual mereka.”

Freemasonry menekankan bahwa mereka tidak terlibat dalam politik, serikat pekerja, atau partai, melainkan fokus pada:

  • Toleransi dan persaudaraan.
  • Keterbukaan budaya dan pendidikan.
  • Kerja amal dan kemajuan masyarakat.


Kontroversi dan Persepsi Global

Freemasonry selalu menjadi organisasi kontroversial. Beberapa kritik menuduh kelompok ini bersifat elitis, memiliki pengaruh politik dan ekonomi yang tidak transparan, dan bahkan terkait dengan praktik okultisme. Teori konspirasi global sering mengaitkan Freemasonry dengan agenda rahasia yang mengontrol politik dan ekonomi dunia.

Sejarah membuktikan bahwa kelompok ini telah terlibat dalam revolusi, perang, dan gerakan intelektual sejak abad ke-14. Anggota Freemasonry meliputi politisi, ilmuwan, insinyur, penulis, dan filsuf, yang berperan penting dalam berbagai peristiwa global. Di Timur Tengah, organisasi ini sering dikaitkan dengan pengaruh Barat dan Zionisme, yang menjadi alasan dilarangnya di banyak negara termasuk Suriah.


Fenomena Suriah dalam Konteks Eskatologis

Dalam perspektif eskatologi Islam, fenomena Freemasonry dapat dianalisis sebagai salah satu manifestasi pengaruh sistematis global, mirip dengan visi/misi Ya’juj dan Ma’juj. Cara mereka mempengaruhi budaya, politik, dan pemikiran masyarakat bisa dilihat sebagai contoh pengaruh sistem dominan yang tersebar di seluruh dunia.

Freemasonry di Suriah, misalnya, muncul di saat ketidakstabilan politik, mencerminkan bagaimana kekuatan intelektual dan budaya dapat muncul di ruang yang kosong ketika kontrol politik tradisional melemah. Dalam konteks ini, negara-negara seperti Suriah menghadapi dilema: bagaimana menyeimbangkan kebebasan sipil dan intelektual dengan potensi pengaruh asing dan agenda global yang terselubung.


Pandangan Global dan Refleksi

Kebangkitan Freemasonry di Suriah mendapat perhatian dari berbagai media internasional. Beberapa catatan penting:

  • Organisasi menekankan netralitas politik dan fokus pada pendidikan, amal, dan persaudaraan.
  • Kritik menyebut bahwa eksistensi mereka bisa menimbulkan ketegangan dengan kelompok keagamaan dan faksi politik lokal.
  • Fenomena ini mencerminkan bagaimana kelompok global dapat memanfaatkan kekosongan politik untuk memperluas pengaruh budaya dan sosial.

Dalam perspektif geopolitik, Suriah bukan satu-satunya negara yang menghadapi fenomena semacam ini. Negara-negara lain juga sering menghadapi infiltrasi budaya dan ideologi global, baik melalui pendidikan, media, maupun lembaga internasional. Fenomena ini sejalan dengan pola dominasi dan pengaruh global yang diuraikan dalam narasi Ya’juj dan Ma’juj di zaman modern, sebagaimana telah dibahas dalam artikel: Dajjal dan Simbolisme: Pandangan Islam Kontemporer dan Membaca Ya’juj dan Ma’juj dalam Konteks Dunia Modern


Video: Freemasonry Muncul Kembali di Suriah

Untuk memahami dinamika kemunculan kembali Freemasonry di Suriah secara visual dan kontekstual, video berikut menyajikan rangkuman kronologi, pernyataan resmi, serta reaksi publik terhadap kembalinya organisasi yang telah lama dilarang ini. Video ini dimaksudkan sebagai pelengkap narasi, bukan penentu kesimpulan, agar pembaca dapat menilai fenomena ini secara lebih utuh dan seimbang.



Refleksi Eskatologis

Kehadiran Freemasonry di Suriah dapat dipahami dalam kerangka refleksi eskatologis:

  • Fenomena ini menunjukkan bagaimana kekuatan intelektual, budaya, dan sosial dapat mempengaruhi masyarakat secara luas.
  • Freemasonry berfungsi sebagai contoh bagaimana sistem atau jaringan global dapat memanfaatkan ketidakstabilan politik untuk memperluas pengaruh, mirip dengan pola dominasi Ya’juj dan Ma’juj.
  • Refleksi ini menekankan pentingnya kesadaran, pendidikan, dan ketahanan budaya di tengah arus pengaruh global.


Rekomendasi Buku

Temukan bacaan dan buku yang relevan dengan ini: sejarah akhir zaman, geopolitik, dan fenomena global:

  • Yakjuj Makjuj Pada Zaman Modern – Sheikh Imran Hosein
  • Almasih, Alquran dan Akhir Zaman – Sheikh Imran N. Hosein
  • Dinar Emas dan Dirham Perak – Sheikh Imran N. Hosein
  • Metodologi untuk Mempelajari Al-Qur’an – Sheikh Imran N. Hosein

Temukan koleksi lengkap di: Daftar Buku dan Referensi Lengkap


Rujukan

  • RT.Com, LiveScience: laporan kebangkitan Freemasonry di Suriah dan sejarah global organisasi.
  • Sheikh Imran Hosein (SIH): perspektif eskatologis dan refleksi terhadap fenomena global yang mirip pola dominasi Ya’juj dan Ma’juj.


Disclaimer

Konten ini disajikan untuk tujuan edukasi dan refleksi. Analisis geopolitik dan eskatologis bersifat opini dan interpretasi sumber-sumber terbuka. Penulis dan platform tidak bertanggung jawab atas penggunaan informasi untuk tujuan lain.


Ditulis Oleh:

Adi Mahardika, S.I.Kom
Pembelajar Islamic Eschatology dan Geopolitik


Follow Us:   Facebook   Instagram   TikTok  YouTube    X / Twitter

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Gharqad Dan Fakta Media Propaganda

Pendahuluan Dalam sejarah konflik modern, peperangan tidak lagi terbatas pada medan militer. Informasi, narasi, dan persepsi publik telah menjadi senjata strategis yang sama pentingnya dengan tank dan jet tempur. Di era digital, media sosial dan platform teknologi global memegang peran sentral dalam membentuk opini dunia—terutama ketika konflik menyentuh isu kemanusiaan yang sensitif, seperti tragedi di Gaza. Di tengah kemarahan global atas pengepungan dan penghancuran wilayah sipil Gaza, muncul laporan serius tentang bagaimana negara dan korporasi teknologi besar berkolaborasi membangun narasi tandingan. Fenomena ini mengingatkan kita pada simbolisme yang lebih dalam dalam tradisi Islam, salah satunya adalah pohon Gharqad , yang kerap disebut dalam konteks akhir zaman sebagai metafora perlindungan, persembunyian, dan manipulasi kebenaran. Tulisan ini mengulas fakta-fakta yang dilaporkan media internasional mengenai operasi propaganda digital Israel, sekaligus membingkainya...

Golden Dome Dan Ambisi Yakjuj Makjuj

Pendahuluan Dalam era geopolitik modern, konflik teknologi dan militer antarnegara superpower bukan sekadar masalah strategis, melainkan memiliki implikasi eskatologis. Salah satu fenomena yang menarik adalah proyek Golden Dome yang digagas Amerika Serikat sebagai jawaban terhadap kemampuan rudal hipersonik Cina. Dalam perspektif Islam kontemporer, proyek semacam ini dapat dikaitkan dengan visi dan misi Ya’juj dan Ma’juj , yang dalam konteks modern bukan hanya bangsa primitif, tetapi kekuatan peradaban global yang mendominasi sistem dunia melalui teknologi, informasi, dan ekonomi. Bagaimana proyek pertahanan luar angkasa AS ini dapat dipahami dari perspektif geopolitik dan eskatologis? Artikel ini merangkum fakta, analisis, dan pandangan Sheikh Imran Hosein (SIH) dengan pendekatan historis, strategis, dan reflektif. Perang Dunia Amerika vs Cina dan Proyek Golden Dome Pentagon mengungkapkan bahwa AS mengalami kekalahan konsisten dalam simulasi perang melawan Cina. Rudal hipersonik...

Membaca Ya’juj dan Ma’juj dalam Konteks Dunia Modern

Pendahuluan Ya’juj dan Ma’juj merupakan salah satu tanda besar menjelang kiamat dalam perspektif Islam. Fenomena ini tidak hanya disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an (QS Al-Kahfi: 94-98), tetapi juga dijelaskan dalam berbagai hadits shahih Nabi Muhammad SAW. Sejak masa ulama klasik hingga pemikir kontemporer, Ya’juj dan Ma’juj menjadi tema penting dalam kajian eskatologi Islam. Salah satu karya modern yang secara khusus membahas fenomena ini adalah buku Ya’juj dan Ma’juj pada Zaman Modern karya Syeikh Imran N. Hosein. Artikel ini merupakan saduran dan penjelasan ulang dari pandangan beliau, ditulis dengan bahasa yang lebih sistematis dan mudah dipahami, tanpa mengubah kerangka pemikiran aslinya. Syeikh Imran menegaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj bukan mitos atau sekadar kisah masa lalu, melainkan fenomena nyata, historis, dan relevan dengan dinamika geopolitik serta sistem global di era modern. Latar Belakang dan Asal-Usul Ya’juj dan Ma’juj Al-Qur’an menjelaskan bahwa Ya’...