Langsung ke konten utama

Postingan

Metaverse, Global Collaboration Village, dan Jejak Yakjuj Makjuj di Akhir Zaman

Pendahuluan Perkembangan teknologi global dalam dua dekade terakhir bergerak sangat cepat, bahkan melampaui kemampuan sebagian besar manusia untuk memahami dampak jangka panjangnya. Dunia tidak hanya diperkenalkan pada kecerdasan buatan (AI), internet of things, dan blockchain, tetapi juga pada sebuah konsep baru bernama metaverse . Bersamaan dengan itu, World Economic Forum (WEF) memperkenalkan agenda Global Collaboration Village , sebuah proyek kolaborasi global berbasis dunia virtual. Di permukaan, semua ini dipromosikan sebagai kemajuan peradaban manusia: kolaborasi tanpa batas, inklusivitas, efisiensi, dan keberlanjutan. Namun bagi mereka yang mempelajari eskatologi Islam, muncul pertanyaan mendasar: apakah ini sekadar kemajuan teknologi, atau bagian dari agenda besar yang telah lama diperingatkan dalam nash dan hadits tentang akhir zaman? Metaverse sebagai Infrastruktur Peradaban Baru Istilah metaverse berasal dari dua kata Yunani, meta (melampaui) dan verse (dunia). Secar...

Al-Qur’an, Sistem Ekonomi Global, dan Kriminalitas di Akhir Zaman

Pendahuluan  Dalam beberapa dekade terakhir, dunia menyaksikan meningkatnya ketimpangan ekonomi, krisis finansial berulang, serta eskalasi kriminalitas di berbagai belahan dunia. Fenomena ini sering dipahami secara terpisah: ekonomi dibahas oleh para ekonom, kriminalitas oleh aparat hukum, dan moralitas oleh agama. Namun, Al-Qur’an memandang ketiganya sebagai satu rangkaian sebab-akibat yang saling terkait. Islam menempatkan keadilan ekonomi sebagai fondasi stabilitas sosial. Ketika sistem ekonomi menyimpang dari prinsip keadilan—melalui penindasan, manipulasi moneter, dan praktik riba—dampaknya tidak berhenti pada kemiskinan semata, tetapi merembet pada kerusakan sosial, kekerasan, dan kriminalitas. Dalam perspektif eskatologi Islam, kondisi ini bahkan dipahami sebagai bagian dari tanda-tanda krisis besar menjelang akhir zaman. Artikel ini mengulas hubungan antara sistem ekonomi global, meningkatnya kriminalitas, serta pandangan Al-Qur’an dan eskatologi Islam dalam membaca fenomen...

Pasca Perang Nuklir: Milyaran Manusia Terancam Kelaparan dan Perubahan Besar Peradaban Dunia

Pendahuluan Isu perang nuklir sering kali dianggap sebagai ancaman fiksi ilmiah atau sisa ketegangan Perang Dingin. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kajian ilmiah justru menunjukkan bahwa perang nuklir—bahkan dalam skala terbatas—dapat membawa dampak yang jauh lebih luas dan menghancurkan dibandingkan sekadar ledakan bom dan korban langsung. Artikel ini membahas kemungkinan dunia pasca perang nuklir , berdasarkan kajian ilmiah modern yang dirujuk oleh New Scientist , serta dilengkapi dengan refleksi nilai spiritual dan eskatologis Islam tentang perubahan besar tatanan dunia di akhir zaman. Perang Nuklir: Lebih dari Sekadar Senjata Pemusnah Massal Perang nuklir adalah konflik bersenjata yang melibatkan penggunaan senjata nuklir, baik dalam skala terbatas maupun global. Sejarah mencatat dua peristiwa penggunaan senjata nuklir secara langsung: Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Namun, penelitian modern menunjukkan bahwa dampak senjata nuklir hari ini—yang jauh lebih kuat...

24 Negara Telah Bergabung Melawan Dolar AS & Dorongan Sistem Mata Uang Baru

Pendahuluan Selama beberapa tahun terakhir, dominasi dolar Amerika Serikat (USD) sebagai mata uang cadangan global dan alat utama transaksi internasional menghadapi tantangan yang semakin nyata. Sejumlah negara berkembang dan besar mulai mencari alternatif terhadap dominasi dolar dalam perdagangan internasional dan penyimpanan cadangan devisa. Salah satu kelompok yang menjadi pusat dinamika ini adalah BRICS — sebuah aliansi ekonomi yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan — yang kini tengah diperluas dengan keanggotaan negara lain dan gagasan mata uang internasional baru. Fenomena ini sering disebut dedolarisasi , yaitu upaya mengurangi ketergantungan negara-negara terhadap dolar AS sebagai alat pembayaran internasional. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa makna dari “24 negara telah bergabung melawan dolar”, latar belakangnya, serta implikasi geopolitik dan ekonomi global di masa depan. Apa Itu “Melawan Dolar”? Secara sederhan...

Siapakah Bangsa RUM yang Disabdakan Rasulullah SAW Di Akhir Zaman?

Pendahuluan Pembahasan tentang Bangsa Rum dalam hadits-hadits Rasulullah SAW sering kali menimbulkan kebingungan di kalangan umat Islam. Istilah “Rum” kerap dipahami secara simplistis sebagai bangsa Eropa atau peradaban Barat secara umum, tanpa telaah historis dan eskatologis yang memadai. Padahal, dalam tradisi Islam, penyebutan suatu bangsa dalam nubuat akhir zaman tidak pernah bersifat kebetulan, melainkan sarat dengan konteks sejarah, peradaban, dan arah perjalanan umat manusia menjelang Hari Akhir. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa umat Islam kelak akan mengalami fase aliansi sekaligus konflik besar dengan Bangsa Rum—sebuah paradoks yang menuntut pemahaman mendalam, bukan sekadar pembacaan literal. Siapakah sebenarnya Bangsa Rum yang dimaksud Nabi SAW? Apakah mereka identik dengan peradaban Barat modern, Kekaisaran Romawi kuno, atau entitas lain yang masih eksis hingga hari ini? Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika dinamika geopolitik global menunjukkan pola aliansi, pepe...

Dajjal dan Simbolisme: Pandangan Islam Kontemporer

Pendahuluan Figur Dajjal dalam tradisi Islam bukan sekadar sosok eskatologis yang akan muncul di akhir zaman, melainkan ujian terbesar terhadap cara manusia memahami kebenaran. Nabi Muhammad ﷺ berulang kali memperingatkan umatnya tentang Dajjal, bahkan menegaskan bahwa tidak ada fitnah yang lebih besar sejak penciptaan Nabi Adam hingga Hari Kiamat selain fitnah Dajjal. Namun, peringatan ini sering disalahpahami secara literal, seolah Dajjal hanya persoalan ciri fisik dan penampakan lahiriah semata. Dalam hadis-hadis sahih, Dajjal digambarkan memiliki karakteristik yang sangat spesifik—bermata satu, bertuliskan kata “kafir” di dahinya, dan mampu menipu sebagian besar manusia. Akan tetapi, Nabi ﷺ juga menegaskan bahwa tulisan tersebut dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik yang melek huruf maupun yang buta huruf. Pernyataan ini membuka satu pertanyaan mendasar: apakah penglihatan yang dimaksud adalah penglihatan mata fisik, atau penglihatan batin yang bersumber dari iman? Artikel ini...

Turki, NATO, Jet Tempur Rusia, dan Jalan Menuju Penaklukan Konstantinopel

Pendahuluan Fenomena geopolitik kontemporer di kawasan Eurasia tidak dapat dilepaskan dari persilangan kepentingan militer, aliansi strategis, dan memori sejarah yang panjang. Turki sebagai anggota NATO, Rusia sebagai kekuatan Eurasia, serta dinamika konflik udara modern seperti penggunaan jet tempur dan sistem pertahanan mutakhir, membentuk lanskap baru yang kerap dibaca semata-mata sebagai persoalan politik dan keamanan. Namun bagi sebagian pengamat Islam, terutama dalam perspektif eskatologi, dinamika ini memiliki lapisan makna yang lebih dalam. Konstantinopel—yang secara historis telah ditaklukkan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih—tetap menempati posisi simbolik dalam nubuat akhir zaman, khususnya dalam kaitannya dengan Bangsa Rum, konflik besar (Malhamah), dan perubahan poros kekuasaan global. Tulisan ini berupaya membaca hubungan antara Turki, NATO, dan Rusia tidak hanya sebagai peristiwa geopolitik modern, tetapi juga sebagai bagian dari rangkaian sejarah panjang yang berpotensi men...